Meski ada kekhawatiran dari sisi ekspor, tampaknya ekonomi Cina masih akan dibantu oleh permintaan domestik.
Sementara, Biro Statistik China justru mengatakan kalau perekonomian nasional tumbuh dan terus maju. Pasalnya, China dalam beberapa tahun terakhir ini mengalami pertumbuhan ekonomi yang kuat.
Kendati begitu, ekspansi cepat ini menyebabkan tingkat inflasi tinggi di atas target bank sentral. Selain itu juga timbul kekhawatiran adanya formasi gelembung aset.
Kendati begitu, ekspansi cepat ini menyebabkan tingkat inflasi tinggi di atas target bank sentral. Selain itu juga timbul kekhawatiran adanya formasi gelembung aset.
Pemerintah China saat ini telah mencoba menahan laju inflasi dan lonjakan harga properti dengan memperketat pasar kredit. Bank sentral telah meningkatkan suku bunga acuan lima kali dalam beberapa tahun terakhir dan juga meningkatkan cadangan rasio bank. Bank sentral pun mengurangi jumlah uang yang bisa dipinjam.
Menurun
Menurun
Data Biro Statistik Cina menunjukkan pengeluaran pabrik di China tumbuh 18 persen di pada September dari setahun sebelumnya. Meski angka ini lebih tinggi dari bulan sebelumnya, analis memperkirakan ekspor China mungkin akan menurun mengikuti pelambatan ekonomi dalam beberapa bulan ke depan.
Hal ini sangat mungkin terjadi mengingat Uni Eropa merupakan pembeli terbesar barang-barang China, dengan pasar sebesar 380 miliar dollar AS pada 2010.
Hal ini sangat mungkin terjadi mengingat Uni Eropa merupakan pembeli terbesar barang-barang China, dengan pasar sebesar 380 miliar dollar AS pada 2010.
Kekhawatiran ini juga terlihat dari data pertumbuhan ekspor pekan lalu yang melemah menjadi 17,1 persen di bulan September. Angka ini turun dari 24,5 persen pada bulan sebelumnya.
Meski ada kekhawatiran dari sisi ekspor, sepertinya ekonomi Cina masih akan dibantu oleh permintaan domestik.
sumber:kompas.com
Meski ada kekhawatiran dari sisi ekspor, sepertinya ekonomi Cina masih akan dibantu oleh permintaan domestik.
sumber:kompas.com







0 komentar:
Posting Komentar